BUAT PARA PELAJAR, TETAP SEMANGAT BELAJAR DI RUMAH,JANGAN PANIK MENGHADAPI VIRUS CORONA, TAPI JANGAN REMEHKAN KARENA SIAPA SAJA BISA JADI KORBAN, SEMOGA PANDEMI CORONA SEGERA BERAKHIR SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG BERSAMA "GARUDA BUKATEJA" DALAM SITUASI PANDEMI COFID 19

MANUSIA PURBA

Indonesia adalah merupakan salah satu negara yang memiliki peradaban tua di dunia, termasuk juga terdapat situs-situs purbakala beserta penghuninya, yaitu dengan ditemukannya berbagai bukti baik berupa fosil manusia purba maupun artefak atau alat-alat yang digunakan pada saat itu.
Para ahli purbakala dari Belanda mengelompokkan fosil manusia hasil temuanya menjadi beberapa jenis antara lain :
I. JENIS-JENIS MANUSIA PURBA
          Manusia Purba di Indonesia
1.       Pithecanthropus erectus
Artinya manusia kera yang berjalan tegak. Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari Belanda bernama Eugene Dubois, di desa Trinil Ngawai Jawa Timur tahun 1891
2.       Meganthropus Palaeojavanicus
Artinya manusia besar tertua dari Jawa. Fosil ini ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran Surakarta tahun 1941
3.         Homo
Artinya Manusia. Ada dua jenis fosil homo. Yaitu Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
a.      Homo Soloensis artinya manusia dari Solo. Fosil ini ditemukan oleh Ter Haar dan Oppenort di daerah Ngandong lembah Bengawan Solo.
b.    Homo Wajakensis artinya manusia dari Wajak. Fosil ini ditemukan di desa Wajak dekat Tulungagung Jawa Timur oleh Eugene Dubois tahun 1889, mirip dengan penduduk asli Australia.
Berdasarkan perkembangannya dikenal jenis homo yang lain. Yaitu Homo Sapiens artinya Manusia Cerdas, jenis ini lebih sempurna dan dikatakan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia yang berasal dari Yunan. Urut-urutan dari yang lebih tua Meganthropus, pithecanthropus, Homo.

II.    KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA ZAMAN PRASEJARAH.
A.     Zaman Prasejarah
Zaman prasejarah adalah zaman pada saat manusia belum mengenal tulisan (Disebut juga zaman belum ada tulisan). Dimulai sejak adanya manusia sampai manusia mengenal tulisan. Sumber yang digunakan untuk mengetahui kehidupan prasejarah antara lain fosil dan artefak.
Fosil adalah sisa mahluk yang telah membatu (menjadi batu). Fosil yang dapat memberi petunjuk disebut fosil pandu ( Keifosil). Sedangkan Artefak adalah alat-alat yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (terbuat dari batu, tulang maupun logam).
Cara mempelajari peninggalan sejarah zaman purba ada dua cara :
1.    Cara stratigrafi adalah cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya di dalam lapisan tanah (sesuai lapisan tanah)
2.    Cara Tipologi adalah cara mempelajari peninggalan purba dengan mengelompokkan benda-benda purbakala ke dalam kelompok yang sejenis
B.     Pembagian zaman prasejarah.
1.      Pembagian zaman berdasarkan hasil kebudayaan
  a.   Zaman Batu.
 Yaitu zaman dimana semua peralatan dibuat dari batu. Dibedakan menjadi empat yaitu :
1)   Zaman Batu Tua (Palaeolithicum), cirinya :
a)     Peralatan terbuat dari batu
b)     Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih)
c)     Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu
d)     Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden)
e)     Belum mengenal seni.
2)   Zaman Batu Madya (Mesolithicum), cirinya :
(a)  Peralatan terbuat dari batu
(b)  Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih)
(c)  Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu
(d)  Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden)
(e)  Ditemukannya Kjokkenmoddinger (bukit-bukit  karang hasil sampah dapur)
(f)  Ditemukannya Abris Sous Roche (gua-gua sebagai tempat tinggal)
(g) Sudah mengenal seni (lukisan pada dinding gua berbentuk cap tangan dan babi hutan)
(h)  Alat yang digunakan disebut peble/Kapak Sumatra.
3)   Zaman Batu Muda (Neolithicum)
Zaman ini merupakan revolusi pada zaman prasejarah (terjadi perubahan yang mendasar). Dan telah mengenal hasil-hasil kebudayaan sebagai berikut :
(a)  Peralatan sudah dihaluskan, diberi tangkai.
(b)  Jenis alat yang digunakan kapak persegi dan lonjong.
(c)  Pakaiannya dari kulit kayu, perhiasannya dari batu dan manik.
(d)  Telah bertempat tinggal menetap (sedenter)
(e)  Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme
4)   Zaman Batu Besar (Megalithicum)
Hasil kebudayaannya umumnya terbuat dari batu dalam ukuran besar. Hasil benda-bendanya sebagai berikut :
(a) Menhir yaitu tugu yang terbuat dari batu besar (untuk tempat memuja arwah leluhur)
(b)  Dolmen yaitu meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji
(c)  Kubur batu yaitu tempat menyimpan mayat.
(d)  Waruga yaitu kubur batu yang berbentuk kubus.
(e)  Sarkofagus yaitu kubur batu yang berbentuk lesung.
(f)  Punden berundak yaitu batu yang disusun berundak-undak (bertingkat)
b.  Zaman logam
Yaitu zaman dimana manusia sudah menggunakan peralatan yang dibuat dari logam. Zaman ini dibedakan menjadi tiga yaitu :
1)    Zaman perunggu
Yaitu zaman dimana peralatan yang digunakan di buat dari perunggu, diantaranya :
(a) Nekara Yaitu genderang besar terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara mengundang hujan. Nekara terbesar ditemukan di Bali yang disimpan di Pura Besakih yang disebut The Moon Of Pejeng.
(b)  Moko yaitu genderang kecil terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara keagamaan atau mas kawin.
(c)  Kapak corong – kapak sepatu.
(d)  Arca perunggu berbentuk orang atau binatang.
(e)  Bejana perunggu berbentuk gitar spanyol tanpa tangkai.
(f)   Perhiasan perunggu berupa gelang, cincin, dan kalung.
2)   Zaman Tembaga
Indonesia tidak mengalami zaman tembaga, setelah zaman perunggu Indonesia memasuki zaman besi.
3)  Zaman Besi
Menghasilkan benda peralatan hidup dan senjata, antara lain tombak, mata panah, cangkul, sabit dan mata bajak.
2.   Pembagian zaman berdasarkan corak kehidupan
Berdasarkan corak kehidupannya, zaman prasejarah dibedakan menjadi tiga masa yaitu :
a.  Masa meramu dan berburu
Manusia dizaman ini mencari makan dengan mengumpulkan makanan dari hasil hutan (ubi, talas, buah-buahan, dan sayur-sayuran) dan berburu binatang (banteng, kerbau liar, babi, rusa, dan burun  Alat-alat yang digunakan :
1)    Kapak perimbas untuk merimbas kayu menguliti binatang dan memecah tulang.
2)    Alat serpih untuk melobangi dan menusuk.
3)    Kapak genggam untuk menggali ubi dan memotong daging binatang buruan.
4)    Mata tombak dan tangkai tombak untuk berburu.
Mereka membuat api dengan cara menggesek-gesekkan dua batu, sehingga keluar percikan-percikan api.
b.    Masa bercocok tanam.
Zaman ini merupaan revolusi pada masa prasejarah (mengalami perubahan yang besar)
     Dan telah mengenal cara hidup :
1) Cara hidup meramu dan berburu berubah menjadi bercocok tanam di ladang ataupun sawah.
2)   Bertempat tinggal yang berpindah-pindah menjadi menetap (sedenter)
3)   Peralatan hidup dari batu halus.
4)   Kepercayaan mulai berkembang.
5)   Masa Perundagian (Pertukangan)
6)   Kehidupannya mulai menetap dalam kelompok-kelompok perkampungan.
7)  Lahir kelompok undagi (kelompok yang mempunyai keahlian menciptakan suatu barang)

C.    NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA
1.    Asal usul ras bangsa Indonesia
Di dunia ada ras Mongoloid yang termasuk di dalamnya :
a.   Asiatik Mongoloid (Cina, Jepang dan Korea)
b.   Malayan Mongoloid (Melayu)
c.   American Mongoloid (Suku Indian)
Bangsa Indonesia termasuk ras Mongoloid, terutama Malayan Mongoloid.
2.   Penyebaran Nenek moyang bangsa Indonesia.
Menurut pendapat Kern da Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia, terutama dari Yunan. Mereka berangkat dari Yunan menyebar ke selatan, antara lain ke Indonesia. Penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia melalui dua periode :
a.    Periode persebaran tahun 1500 SM
Persebaran ini disebut Proto Melayu, melalui dua jalur :
1)   Jalur barat/selatan yaitu Yunan-Malaya-Sumatera dan Jawa – Kalimantan.
2)   Jalur timur/Utara yaitu Yunan – Vietnam – Filipina – Sulawesi.
b.    Periode persebaran tahun 500 SM
Persebaran ini disebut Deutro Melayu, melalui satu jalur :
Yaitu dari Yunan – daratan asia – Semenanjung Malaya – Sumatra dan Jawa. Bangsa Indonesia termasuk keturunan periode proto Melayu adalah suku Toraja dan Suku Dayak. Keturunan Deutro Melayu adalah suku Jawa dan Bugis. Bangsa Indonesai telah mengenal animisme (yaitu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap mahluk/benda memiliki roh/jiwa/nyawa) dan dinamisme (yaitu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap mahluk/benda memiliki kekuatan gaib).

Comments
0 Comments