BUAT PARA PELAJAR, TETAP SEMANGAT BELAJAR DI RUMAH,JANGAN PANIK MENGHADAPI VIRUS CORONA, TAPI JANGAN REMEHKAN KARENA SIAPA SAJA BISA JADI KORBAN, SEMOGA PANDEMI CORONA SEGERA BERAKHIR SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG BERSAMA "GARUDA BUKATEJA" DALAM SITUASI PANDEMI COFID 19

EKSEKUSI KAMPUNG PULO

Di kota Jakarta sebagai kota metropolitan penuh dengan masalah, dari masalah lalu lintas macet, kriminalitas, korupsi, pengangguran, kriminalitas, teroris, maksiat dan pornografi, kebakaran, banjir, dan penertiban umum yang tak kunjung henti, berbagai upaya dilakukan tetapi selalu timbul pertentangan, bahkan perlawanan. Seperti halnya sekarang yang sedang terjadi, meskipun selalu kebanjiran
ketika sungai meluap. Mereka tidak mau direlokasi untuk ditempatkan yang aman dan nyaman, mereka lebih akrab dengan banjir daripada dengan aparat. Meskipun pemerintah telah melakukan negosiasi, dan berbagai kebijakan mereka tak mau pindah dari tempat yang selalu dilanda bencana rutin. Sehingga ketika dipaksa untuk relokasi mereka melakukan perlawanan. Kapan negeri ini akan tertib, teratur, dan maju ketika bangsa di negei ini tidak memiliki kepedulian terhadap sesama. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah banjir adalah kebersihan sungai dan sekitarnya, sehingga lajur air jadi lancar. Namun dengan keberadaan perkampungan di bantaran sungai, menyebabkan sungai menjadi sempit dan kumuh yang akhirnya timbul banjir. Kerugian akibat banjir Jakarta tidaklah sedikit, dari kerugian material sampai dengan macetnya roda perekonomian. Alokasi dana penanggulangan bencana alampun menjadi tinggi.
       Siapa sih yang tidak mau tinggal di tempat nyaman ? apalagi masyarakat yang biasa berhadapan dengan bencana. Mereka tidak mau ditempatkan ditempat nyaman (relokasi), karena tempat tersebut menjadikan mereka tidak nyaman. Misalnya, biaya hidup menjadi tinggi, mereka sudah terbiasa dengan hidup bebas tidak mau dikekang dengan berbagai aturan. Apalagi di tempat relokasi ternyata f fasilitas-fasilitas umum kurang memadai, misalnya MCKnya rusak dan kurang berfungsi, ruang terbatas, dan sebagainya. Biaya hidup di tempat relokasi menjadi lebih tinggi misalnya, harus bayar listrik, kebersihan, air, dan sebagainya. Mungkin hal itulah yang menjadikan mereka tidak mudah untuk pindah ke tempat yang lebih layak. 
     Apabila kesadaran dan kepedulian terhadap orang banyak  cukup tinggi di kawasan bantaran sungai, tentu sangat membantu dalam mengatasi masalah banjir. Apabila mau menengok sungai Menam Cao Phraya di Thailand. Sungai tersebut menjadi sarana parisiwisata yang dapat mendatangkan devisa negara. Berbeda sekali dengan di Indonesia, jangankan mendatangkan devisa, tidak menimbulkan korban saja sudah beruntung. Apabila dikelola dengan profesional tidak mustahil bantaran sungai menjadi jalur hijau, dan tempat rekreasi yang indah, nyaman penuh pesona, sehingga tidak perlu masyakarat kota Jakarta harus pergi ke puncak untuk menghirup udara segar dan berlama-lama macet di jalan.
      Eksekusi Kampung Pulo merupakan salah satu bentuk kekerasan yang terjadi di kota-kota besar. Simiskin bertarung melawan kekuasaan demi perut, Kekuasaan dengan kekuatan senjatan dan keangkuhan menghancurkan kepercayaan rakyat. Hal seperti itu seolah menjadi tradisi di negeri ini yang tidak dapat terhindarkan lagi. Indonesia banyak memiliki energi untuk membangun. Tetapi yang terjadi sebaliknya. Haruskan penertiban dan upaya kenyamanan lingkungan hidup harus melalui kekerasan ?. Jawabnya tentu saja tidak.
Comments
0 Comments