BUAT PARA PELAJAR, TETAP SEMANGAT BELAJAR DI RUMAH,JANGAN PANIK MENGHADAPI VIRUS CORONA, TAPI JANGAN REMEHKAN KARENA SIAPA SAJA BISA JADI KORBAN, SEMOGA PANDEMI CORONA SEGERA BERAKHIR SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG BERSAMA "GARUDA BUKATEJA" DALAM SITUASI PANDEMI COFID 19

KABUT ASAP HENTIKAN PENERBANGAN

Semestinya kita malu terhadap bangsa lain di dunia, kebakaran hutan seolah menjadi tradisi di musim kemarau di Indonesia. Dimana sebagian besar penyebabnya adalah manusia. Dengan adanya kebakaran hutan maka banyak sekali kerugian yang diderita, antara lain : hilangnya kekayaan alam yang terdiri dari, kayu hutan, berbagai jenis binatang, berbagai jenis tanaman langka, kesuburan tanah, dansebagainya. Selain itu kebakaran hutan juga berdampak kerugian....
bagi dunia internasional, antara lain : kabut asap mencapai negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, berhentinya penerbangan, berkurangnya paru-paru dunia. Hutan yang ada di Indonesia bukan hanya milik Indonesia saja, tetapi milik dunia, karena tidak semua negara memiliki hutan seperti di Indonesia. Oleh karena itu dunia internasional ikut menjaga kelestarian hutan kita. Penerbangan di tanah air kembali didera masalah, terhambat bahkan kadang tidak mampu terbang, karena tebalnya asap di udara. Tidak sepantasnya Indonesia mendapat sebutan sebagai negeri zamrut katulistiwa apabila tidak mampu mengatasi kabut asap. Mungkin perlu adanya penelitian lebih intensif mengapa kabut asap selalu terjadi di musim kemarau. Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan masalah tersebut. Sebab permasalahan tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti halnya : keadaan ekonomi dan tradisi masyarakat di sekitar hutan, sistem pengelolaan hutan yang tidak sesuai dengan analisa dampak lingkungan. Mungkin perlu keikutsertaan para ilmuwan untuk mengatasi masalah tersebut, sebab dengan keterlibatan ilmuwan memungkinkan dapat membantu menyelesaikan masalah, misalnya menciptakan atau mengeksplorasi gas yang dapat mengendalikan asap di udara.
Bisa dibayangkan berapa kerugian negara, lembaga penerbangan, serta lainnya yang berkaitan dengan penerbangan maupun pengendalian iklim, apabila kabut asap selalu terjadi di musim kemarau di Indonesia. Dan tidak sepantasnya kita meminta bantuan luar negeri untuk menanggulangi kabut asap yang terjadi dan ditimbulkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Bukankah dengan hutan yang luas Indonesia yang memperoleh keuntungan, bukan luar negeri. Yang dalam hal ini pemerintah tidak cukup hanya berpangku tangan. Apabila pemerintah dengan sungguh-sungguh memahami permasalahan tersebut, tidak mungkin masalah kabut asap tidak dapat diselesaikan. Peraturan perundang-undangan perlu ditegakkan, tidak hanya sekedar slogan, sehingga pengelola hutan tidak sembarangan dalam menggali kekayaan yang ada di dalamnya. Begitu juga kondisi masyarakat di sekitar hutan untuk diperhatikan kemakmurannya sehingga mereka tidak melakukan perambahan hutan yang dapat merusak dan membakar hutan yang ada. Dengan keterlibatan ilmuwan sangatlah membantu untuk menciptakan teknologi yang tepat untuk menghentikan laju asap yang menyebar ke mana-mana. Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang, hentikan segala malapetaka dan bencana yang selalu merugikan umat manusia.


Comments
0 Comments